Rabu, 21 Januari 2015

Observing Network Convergence

Observing Network Convergence.



Observing Network Convergence

Objectives
  • Connect and configure WAN connections
  • Configure EIGRP to advertise specific networks
  • Observe the convergence of the network through the CLI window when an interface is shut down and brought back up
  • Examine the EIGRP packets in the Simulation Mode as the network converges
Background / Preparation
You have been provided a topology in which HQ, Branch1, Branch2, and Branch3 are pre-configured. A new router has been added to the topology (New_Branch) that is partially configured. You will need to connect New_Branch to HQ and Branch1, complete the configuration of the new router, and then examine the convergence of the network
Step 1: Connect and configure WAN connection on New_Branch router
  1. Connect interface S0/0/0 on New_Branch to S0/1/1 on HQ (DCE)
  2. Connect interface S0/0/1 on New_Branch to S0/1/1 on Branch1 (DCE)
  3. Configure interface S0/0/0 with the IP address 172.16.3.218/30
  4. Configure interface S0/0/1 with the IP address 172.16.3.221/30
Step 2: Configure EIGRP to advertise specific network on New_Branch router
  1. Configure New_Branch with EIGRP and the autonomous system number 3
  2. Advertise specifically the directly connected networks
Step 3: Observe the network convergence in the Realtime mode
  1. While in the CLI window of New_Branch, you can observe the convergence in the Realtime mode. As the network converges you will see that EIGRP develops adjacencies.
  2. After the network has converged, shut down interface S0/0/0 on New_Branch.
  3. Observe the changes in the network
  4. Bring interface S0/0/0 back up
Step 4: Observe the network convergence in the Simulation mode
  1. Click on Simulation Mode
  2. Set the Event List Filters to show only EIGRP packets
  3. Go to CLI interface window of New_Branch
  4. Shutdown the interface S0/0/1
  5. Click on the Auto Capture / Play button to start the simulation
  6. Re-open the CLI window and observe the affects
  7. Allows the simulation to run for a brief period, then click the Auto Capture / Play button to pause the simulation
  8. Examine some to the packets in the Event List
Step 5: Observe the affects of an interface being brought up
  1. Re-start the simulation by clicking the Auto Capture / Play button again.
  2. Bring interface S0/0/1 back up and observe the convergence through the CLI window, Event List, and topology
  3. Stop the simulation
Reflection
  1. What output was shown in the CLI window once EIGRP had converged?
  2. When the WAN link between HQ and New_Branch went down, what happened to the EIGRP packets on the New LAN?

Mengamati Proses pada Routing Dinamis

Mengamati Proses pada Routing Dinamis

Mengamati Proses pada Routing  Dinamis

Tujuan Pembelajaran :
Mengamati jaringan yang menggunakan routing statis dan default routing serta membandingkannya dengan jaringan yang menngunakan routing dinamis.
Persiapan :
Pada latihan kali ini, Anda akan mengamati proses adaptasi yang dilakukan oleh routing dinamis, dibandingkan dengan yang menggunakan routing statis atau ketika menggunakan routing default.
Langkah 1: Uji Konektifitas pada Routing Statis dan Routing Default.
  • Buka Command Prompt pada PC0.
  • Telusuri (tracert) lintasan menuju interface FastEthernet 0/0 (172.18.20.5) pada router Edge1. Ini seharusnya berhasil.

Langkah 2: Matikan Frame Relay Network dan Amati Proses Routing

  • Pada router BR2, shutdown link ke jaringan Frame Relay
 


          


  • Lakukan penelusuran lagi dari PC0 ke  alamat interface FastEthernet 0/0 (172.18.20.5) di router Edge1.

  • Apa yang terjadi kali ini ?
Paket tidak sampai ke tujuan, hanya bolak-balik dari IP Address 172.18.16.1 ke IP Address 172.18.16.2.
Langkah 3: Mengkonfigurasikan dan Mengamati Routing Secara Dinamis
·         Konfigurasikan EIGRP (AS 10) pada router BR2 dan router ISP2. Pastikan untuk menyertakan jaringan yang terhubung langsung denganya dan matikan auto-summary.
BR2>ena
BR2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
BR2(config)#router EIGRP 10
BR2(config-router)#network 172.18.16.0
BR2(config-router)#network 172.18.0.4
BR2(config-router)#no auto-summary
ISP2>ena
ISP2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
ISP2(config)#router EIGRP 10
ISP2(config-router)#network 172.18.16.0
ISP2(config-router)#network 172.18.0.8
ISP2(config-router)#no auto-summary

  • Lakukan penelusuran ketika dari PC0 ke alamat interface FastEthernet 0/0 (172.18.20.5) pada Edge1. (Hal ini harusnya nggak ada masalah)
  • Apakah jalurnya berubah ? Klo iya, gimana perubahannya ?
Yups !!! Paket nggak lagi bolak – balik tapi udah bisa sampai ke tujuan. Dari IP Address 172.18.16.2 sudah tidak lagi kembali ke IP Address 172.18.16.1 namun sudah dapat menemukan jalur melalui IP Address 172.18.0.9.
Umpan Balik
  • Apa sih keunggulan menggunakan routing secara dinamis? Ketika router kehilangan arah untuk menemukan tujuan paketnya melalui jalur yang biasa dilewati maka ia akan mencari penggantinya (jalur lain) berdasarkan atas rute yang disarankan oleh hasil perhitungan oleh routing dinamis.
  • Bagaimana dengan routing secara statis atau routing yang hanya dengan default?
Routing statis maupun routing default tidak demikian perangainya. Mereka berdua “lebih setia” artinya tidak akan pernah dapat menemukan jalur lain, karena dari awal sudah dikonfigurasikan untuk meneruskan paket hanya melalui rute tertentu saja.
  • Rute statis pada lab ini disetel dengan nilai adminstrative distance 130. Apa yang terjadi klo disetel 30 ? Klo 230, gimana?

Menerapkan Pengalamatan VLSM

Menerapkan Pengalamatan VLSM

Menerapkan Pengalamatan VLSM
Tabel Pengalamatan
Device
Interface
IP Address
Subnet Mask
Default Gateway
R1
Fa0/0
192.168.1.1 
 255.255.255.192
N/A
Fa0/1
192.168.1.65 
 255.255.255.192
N/A
S0/0/0
192.168.1.225 
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.229
 255.255.255.252
N/A
R2
Fa0/0
192.168.1.129
 255.255.255.224
N/A
Fa0/1
192.168.1.161 
 255.255.255.224
N/A
S0/0/0
192.168.1.226 
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.233 
 255.255.255.252
N/A
R3
Fa0/0
192.168.1.193
 255.255.255.240
N/A
Fa0/1
192.168.1.209
 255.255.255.240
N/A
S0/0/0
192.168.1.234
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.230
 255.255.255.252
N/A
Tujuan Pembelajaran
  • Menentukan jumlah subnet yang diperlukan.
  • Menentukan jumlah host yang diperlukan untuk setiap subnet.
  • Merancang skema pengalamatan yang sesuai menggunakan VLSM.
  • Memasang masing-masing alamat dan pasangan subnet mask ke antarmuka peralatan.
  • Menentukan penggunaan ruang alamat jaringan secara benar.
Pendahuluan :
Pada praktikum ini, Anda diberikan alamat jaringan 192.168.1.0/24 untuk dibagi menjadi beberapa sub-jaringan dan disediakan untuk pengalamatan IP bagi jaringan yang nampak pada Gambar Topologi. VLSM akan digunakan sehingga kebutuhan pengalamatan dapat terpenuhi menggunakan jaringan 192.168.1.0/24. Kebutuhan pengalamatan pada jaringan ini meliputi :
  • LAN1-nya R1 akan membutuhkan 50 IP address untuk host-nya.
  • LAN2-nya R1 akan membutuhkan 50 IP address untuk host-nya.
  • LAN1-nya R2 akan membutuhkan 20 IP address untuk host-nya..
  • LAN2-nya R2 akan membutuhkan 20 IP address untuk host-nya.
  • LAN1-nya R3 akan membutuhkan 12 IP address untuk host-nya.
  • LAN2-nya R3 akan membutuhkan 12 IP address untuk host-nya.
  • Hubungan dari R1 ke R2 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
  • Hubungan dari R1 ke R3 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
  • Hubungan dari R2 ke R3 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
Tugas 1: Menentukan Kebutuhan Jaringan.
Tentukan kebutuhan jaringan dan jawablah pertanyaan dibawah ini. Ingat bahwa IP address juga diburuhkan untuk setiap antarmuka LAN pada setiap router.
  1. Berapa sub-jaringan yang dibutuhkan? 9 sub-jaringan
  2. Berapakah jumlah alamat IP terbanyak yang diperlukan untuk sebuah sub-jaringan? 50 alamat
  3. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R1? 51 alamat
  4. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R2? 21 alamat
  5. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R3? 13 alamat
  6. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap WAN link antar router? 2 alamat
  7. Berapa jumlah keseluruhan alamat IP yang dibutuhkan? (51 x 2) + (21 x 2) + (13 x 2) + (2 x 3) = 176 alamat
  8. Berapa jumlah keseluruhan alamat IP yang tersedia pada jaringan 192.168.1.0/24? 254 alamat host yang valid
  9. Dapatkah kebutuhan pengalamatan jaringan terpenuhi jika menggunakan alamat jaringan 192.168.1.0/24? Dapat (butuh 176 alamat, tersedia 254 alamat)

Tugas 2: Merancang Skema Pengalamat IP

Langkah 1. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada kasus ini, dua LAN-nya R1 adalah sub-jaringan yang terbesar.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk setiap LAN? 51 alamat
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? /26
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 62 alamat host yang valid

Langkah 2. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R1.

Mulai pada awal jaringan 192.168.1.0/24.
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R1.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R1.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.0
 255.255.255.192
 /26
 192.168.1.1
 192.168.1.62
 192.168.1.63
  1. Pasang subnet berikutnya yang tersedia untuk LAN2-nya R1.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R1.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.64
 255.255.255.192
 /26
 192.168.1.65
 192.168.1.126
 192.168.1.127

Langkah 3. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia

Pada kasus ini, dua LAN-nya R2 adalah sub-jaringan terbesar berikutnya.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk masing-masing LAN-nya? 21 alamat IP
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 27
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 30 alamat host yang valid

Langkah  4. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R2. Mulai dengan IP address setelah sub-jaringan LAN-nya R1.

  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R2.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.128
 255.255.255.224
 /27
 192.168.1.129
 192.168.1.158
 192.168.1.159
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN2-nya R2..
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.160
 255.255.255.224
 /27
 192.168.1.161
 192.168.1.190
 192.168.1.191

Step 5. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada kasus ini, dua LAN-nya R3 adalah sub-jaringan terbesar berikutnya.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk masing-masing LAN-nya? 13 alamat IP
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 28
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 14 alamat host yang valid

Langkah  6. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R3. Mulai dengan IP address setelah sub-jaringan LAN-nya R2.

  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R3.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.192
 255.255.255.240
 /28
 192.168.1.193
 192.168.1.206
 192.168.1.207
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN2-nya R3..
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.208
 255.255.255.240
 /28
 192.168.1.209
 192.168.1.222
 192.168.1.223

Langkah 7. Menghitung subnet  untuk hubungan antar router sesuai dengan informasi yang tersedia.

  1. Berapa banyaknya alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap link? 2 alamat
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 30
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 2 alamat host yang valid

Langkah  8. Assign subnets to links. Start with the IP address following the R3 LAN subnets.

  1. Pasang subnet untuk hubungan antara router R1 dan router R2.
  2. Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R1 dan R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.224
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.225
 192.168.1.226
 192.168.1.227
3.    Pasang subnet untuk hubungan antara router R1 dan router R3.
  1. Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R1 dan R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.228
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.229
 192.168.1.230
 192.168.1.231
5.    Pasang subnet untuk hubungan antara router R2 dan router R3.
6.    Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R2 dan R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.232
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.233
 192.168.1.234
 192.168.1.235

Tugas 3: Pasang Alamat IP Pada Peralatan Jaringan Sesuai Dengan Alamat Untuk Antarmuka Peralatan.

Langkah 1. Pasanglah alamat-alamat untuk router R1 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R1 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R1 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R1 dan R2 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R1 dan R3 pada antarmuka S0/0/1.

Langkah 2. Pasanglah alamat-alamat untuk router R2 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R2 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R2 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R2 dan R1 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R2 dan R3 pada antarmuka S0/0/1.

Langkah 3. Pasanglah alamat-alamat untuk router R3 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R3 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R3 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R3 dan R1 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R3 dan R2 pada antarmuka S0/0/1.